By : Bagas Aulia Kautsar


And it's Arsenal... Arsenal FC... We're far by the greatest team... The world has ever seen!

Thursday, December 1, 2016

Derby London Utara Tanpa Pemenang

Kedua kesebelasan melerai Ozil dan Vertonghen

LONDON - 90 menit tidak cukup untuk menghasilkan satu pemenang dalam laga derby London Utara. Arsenal harus puas dengan satu poin setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 dalam pertandingan Liga Primer yang digelar di Emirates Stadium pada Sabtu (6/11) 12.00 GMT.



Arsenal turun dengan dua tenaga baru setelah Monreal dan Walcott sembuh dari cedera dan mereka diturunkan pada pertandingan kali ini. Sementara Cazorla masih belum dapat dimainkan. Di kubu tim tamu, Spurs datang dengan predikat satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kancah Liga Primer musim ini. Sebelum laga dimulai, seluruh publik Emirates Stadium mengheningkan cipta dalam rangka hari pahlawan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam peperangan. Pada seragam kedua kesebelasan dipasang batch motif bunga berwarna merah di bagian dada, sama halnya dengan para pelatih di pakaian mereka.

Lebih dari setengah jam bermain, tepatnya di menit ke-31, Arsenal hampir saja membuka skor melalui Iwobi. Ozil yang dibayang-bayangi 2 pemain Tottenham di tengah lapangan kemudian membawa bola ke depan dan memberikannya kepada Sanchez di depan kotak penalti. Seluruh bek Spurs mengelilinginya sehingga ia dengan cerdik memberikan bola ke ruang kosong di sisi kiri. Iwobi kemudian mengejar bola dan melepaskan tembakan datar yang sayangnya hanya mengarah pelan kepada kiper Lloris.

7 menit berselang, Walcott hampir saja menjebol gawang Lloris. Terobosan dari tengah berhasil diterima Walcott di sisi kanan kotak penalti, kemudian ia melepaskan tembakan kaki kanan keras ke gawang yang membentur tiang kanan. Bola kemudian memantul ke arah Ozil, namun sayang ia tak dapat memanfaatkan bola rebound dengan baik sehingga sepakannya hanya melambung ke atas gawang.

3 menit jelang turun minum, terciptalah sebuah gol bagi kubu tuan rumah. Tekanan dari publik tuan rumah sangat besar hingga pemain Spurs melakukan kesalahan sendiri. Tendangan bebas Ozil jauh dari kotak penalti yang seharusnya diterima oleh rekan setimnya justru disundul oleh bek Kevin Wimmer ke gawangnya sendiri. Lantas Gooners, julukan fans Arsenal, bersorak seramai-ramainya merayakan keunggulan atas rivalnya. The Gunners unggul 1-0 berkat gol bunuh diri, dan skor tersebut bertahan hingga 45 menit babak pertama berakhir.

Setelah istirahat, tim tamu berhasil bangkit lebih menguasai pertandingan. Alhasil mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tepatnya di menit ke-51. Dembele melakukan dribble dari tengah lapangan hingga sedikit masuk ke dalam garis depan kotak penalti. Para pemain Arsenal sedikit tergoda untuk merebut bola, hingga akhirnya Koscielny sedikit menyentuh kaki Dembele dan kemudian gelandang Prancis tersebut terjatuh. Wasit Mark Clattenburg tanpa ragu langsung menunjuk titik putih. Harry Kane yang ditunjuk menjadi eksekutor sukses menyarangkan bola ke tengah gawang, mengecoh Cech yang telah bergerak ke kanan. Ini merupakan gol kelimanya dalam 4 clash antara kedua tim yang ia lakoni, sekaligus gol pertamanya dalam pertandingan perdananya setelah sembuh dari cedera di awal musim.

8 menit setelah gol perdananya, Kane hampir saja mencetak brace. Umpan terobosan dari Rose di sisi kiri berhasil melewati beberapa pemain Arsenal dan kiper Cech. Namun hanya sepersekian detik setelah Kane menceploskan bola ke gawang kosong, Monreal langsung memotong arah bola sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut bagi tim tamu.

7 menit jelang bubaran, Spurs lagi-lagi membahayakan gawang tuan rumah yang dikawal Cech. Free kick Eriksen dari sisi kiri tidak dapat diterima satupun pemain Spurs dan tidak juga dapat dihalau pemain Arsenal sehingga bola meluncur dengan deras mengenai tiang gawang sebelah kanan. Setelah itu, tidak ada lagi peluang emas yang tercipta sehingga skor tetap imbang 1-1 hingga wasit Mark Clattenburg meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Setelah pertandingan, seperti biasa digelar jumpa pers. "Tadi merupakan pertandingan berintensitas tinggi yang saya merasa pada babak pertama kami selalu merasa dapat mencetak gol setelah berhasil melewati garis tengah lapangan," ujar Wenger. "Dan pada babak kedua kami terlihat sedikit datar secara fisik, sedikit kurang tajam dan kami tidak dapat menemukan kreativitas, kelancaran di sekitar kotak penalti, ataupun visi seperti biasanya. Saya pikir level kami menurun dan kami sedikit tertekan. Spurs bertahan dengan baik menghadapi umpan-umpan pada 15 menit terakhir. Jadi secara keseluruhan merupakan intensitas yang tinggi, secara teknis saya pikir level kami menurun di babak kedua dan hasratnya ada di sana. Mungkin hasil akhirnya adil."

Mengenai pengaruh perjanalan jauh ke Bulgaria pada tengah pekan kemarin, Wenger menjawab, "Tidak, saya merasa bukan itu penyebabnya. Mungkin saya merasa kami belum cukup padu. Kami tertekan dan kami hanya banyak berlari di babak pertama dan tidak di babak kedua. Pada babak pertama mereka (Spurs) bermain umpan-umpan jauh dan menekan kami sehingga menjadi lebih sulit. Apakah kami sedikit down ketika mereka menyamakan skor? Saya tidak tahu. Namun kami kekurangan semangat dan intensitas pertandingan, kami terlihat hambar."

Derby London Utara kali ini tidak memunculkan pemenang. Untuk ke-24 kalinya, tim pertama yang mencetak gol pada derby tersebut, dalam hal ini Arsenal, tidak dapat memenangkan pertandingan. Selanjutnya, Arsenal harus kembali menjalani pertandingan yang berat di kandang Manchester United 2 pekan kemudian, tepatnya pada Sabtu (19/11) 12.30 GMT, tentunya setelah international break.

Pic.: Arsenal

No comments:

Post a Comment