By : Bagas Aulia Kautsar


And it's Arsenal... Arsenal FC... We're far by the greatest team... The world has ever seen!

Monday, December 5, 2016

Tersingkir dari EFL Cup

Gabriel membentangkan mini spanduk "#ForcaChape" sebagai solidaritas terhadap tragedi Chapecoense

LONDON - Arsenal gagal menggenapkan rekor tak terkalahkan dalam 20 pertandingan berturut-turut setelah mengalami kekalahan menyakitkan 2-0 melawan Southampton. Dengan kekalahan ini pula, Arsenal harus tersingkir dari babak perempat final EFL Cup. Yang lebih menyakitkan lagi, laga digelar di depan publik sendiri, Emirates Stadium, pada Rabu (30/11) 19.45 GMT.


Arsenal datang dengan harapan lolos ke babak semifinal Piala Liga untuk pertama kalinya sejak 2011. Peluang itu membesar setelah mereka pernah mengalahkan tim yang sama beberapa pekan lalu di kancah Liga Primer. Seperti biasa, Arsene Wenger menurunkan pemain lapis kedua pada kompetisi ini, dengan ban kapten ada di lengan Kieran Gibbs. Sementara The Saints, julukan Southampton, justru menurunkan pemain inti yang biasa bermain di Liga Primer. Yang menarik adalah kembalinya Lucas Perez di susunan starting line-up setelah cedera yang menghantamnya pada ronde sebelumnya kontra Reading. Sebelum pertandingan dimulai, dilakukan hening cipta selama semenit untuk mengenang tragedi kecelakaan pesawat yang baru dialami klub asal Brasil, Chapecoense. Tim tersebut seharusnya tampil pada final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional, namun hampir seluruh jajaran pemain dan kepelatihannya tewas dalam kejadian naas tersebut.

Alih-alih tim tuan rumah yang unggul, justru tim tamu yang mengenakan jersey hitam tersebut yang membuka skor pada menit ke-13. Dari sisi kiri, Ryan Bertrand melepaskan umpan melayang ke tengah kotak penalti yang langsung disambar Sofiane Boufal. Tembakan Boufal berhasil diblok oleh Holding, namun bola muntahannya mengarah kepada Jordy Clasie. Sontak ia melepaskan tendangan keras dari jarak 20 yards yang tak mampu dihalau kiper Emiliano 'Emi' Martinez. Southampton unggul 1-0.

Selama 25 menit Arsenal gagal membalas, selama selang itu pula Soton membangun serangan dan memperlebar jarak menjadi 2-0. Lagi-lagi gol bermula dari sisi Jenkinson. Kesalahan Jenkinson membuat bola direbut oleh Bertrand, kemudian Steven Davis menusuk hingga ke depan kotak penalti. Bola dioper kepada Boufal di sisi kiri yang kosong, kemudian ia melepaskan umpan tarik ke dalam kotak penalti. Bola tepat mencapai Bertrand, kemudian lalu melepaskan tendangan kidal yang sebetulnya pelan namun sangat terarah ke sisi kanan gawang.

Sebelum babak pertama berakhir, Elneny mengalami kesakitan dan harus digantikan oleh Xhaka. Hingga babak pertama usai, skor tetap 2-0 bagi tim tamu.

The Gunners perlahan bangkit dan membangun serangan. 3 menit setelah restart, Ramsey hampir saja menjebol gawang Soton yang dijaga kiper Forster. Iwobi mengoper bola kepada Jenkinson yang kosong di sisi kanan, kemudian ia melepaskan operan terobosan ke kotak penalti yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan melambung yang pelan. Forster dengan mudah menangkapa bola tendangannya.

Menit ke-55, Boufal nyaris saja menjebol gawang Martinez. Setelah dribble beberapa saat di tengah, ia kemudian melepaskan tendangan mendatar yang menyilang ke sisi kanan gawang. Beruntung bagi Arsenal, bola hanya sedikit menyentuh tiang gawang dan keluar lapangan.

Tepat sejam bermain, kubu tuan rumah balik membalas. Coquelin dari tengah lapangan melepaskan tembakan jarak jauh, namun hanya pelan dan dapat ditangkap dengan mudah oleh Forster.

5 menit jelang bubaran, Arsenal mendapatkan tendangan bebas jarak jauh. Xhaka mengeksekusi freekick dengan mengumpan kepada Coquelin di sisi kanan kotak penalti. Ia kemudian melepaskan sundulan melambung ke tengah kotak penalti yang seharusnya disambar Holding. Namun lompatannya gagal mencapai bola dan bek Soton langsung membuang bola ke luar lapangan. Hingga akhir pertandingan, skor tetap 2-0 untuk kemenangan The Saints.

The Professor, julukan Arsene Wenger, memaparkan beberapa hal terkait hasil pertandingan. "Itu tidak hanya sebuah malam yang mengecewakan karena kami tersingkir, namun juga karena performa kami yang mengecewakan," ujarnya. "Saya mempertanyakan tingkat urgensi kami, fokus kami dari awal. Itu tidak cukup bagus dan kami harus membayarnya. Secara keseluruhan, saya pikir ini paling mengecewakan. Itu dapat terjadi bahwa Anda tersingkir dari kompetisi, namun 45 menit pertandingan kami tidak cukup baik dan tidak berada pada level konsentrasi yang dibutuhkan. Pada babak kedua kami merespon dengan baik, namun bagi saya secara keseluruhan, ini merupakan yang paling mengecewakan. Southampton pantas untuk lolos dan baik untuk mereka. Mereka siap sejak awal dan kami tidak."

Membalas kritik terhadap pemilihan skuat yang diturunkan, Wenger mengatakan, "Ya, kami memiliki skuat yang cukup kuat untuk menjuarai kompetisi. Kami beruntung bermain di kandang sendiri. Sangat mengecewakan memiliki banyak penonton, Anda dapat memuaskan mereka di kompetisi ini dan cara kami memulai pertandingan, saya pikir mengecewakan."

Mengenai gagalnya melanjutkan rekor 19 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, ia berucap, "Saya tidak berpikir saya dapat mengeluh tentang momentum di Liga Primer, itu penting buat kami. Saya tahu di Piala Liga itu dapat terjadi, namun lebih mengecewakan kalah di pertandingan daripada unbeaten run yang telah kami punya. Perjalanan yang kami ingin jaga di Liga Primer, namun saya sangat kecewa malam ini karena banyak pertanyaan terkait hal-hal penting. Terutama di 45 menit pertandingan."

Dengan hasil ini, Arsenal harus rela tersingkir dari perempat final kancah EFL Cup 2016/2017. Selanjutnya, The Gunners akan melawat ke London Stadium untuk melakoni partai derby kontra West Ham United dalam lanjutan Liga Primer gameweek ke-14 pada Sabtu (3/12) 17.30 GMT.

Pic.: Arsenal

No comments:

Post a Comment