By : Bagas Aulia Kautsar


And it's Arsenal... Arsenal FC... We're far by the greatest team... The world has ever seen!

Thursday, November 24, 2016

Menang Tipis!

Ozil dengan Selebrasi Khasnya

LONDON - Setelah sukses mengalahkan Burnley dengan skor 1-0, Arsenal kembali melanjutkan tren kemenangan di kancah Liga Primer. Bertanding di markas sendiri pada Sabtu (15/10), skuat besutan Arsene Wenger tersebut harus kembali susah payah mengalahkan tamunya asal Wales, Swansea City, dengan skor tipis 3-2.


Meskipun baru selesai dari international break, kedua tim tetap bermain cepat. Momentum yang diperkirakan akan turun justru dibungkam dengan permainan cantik dari kedua kesebelasan. Terlebih, tim tamu baru saja mengontrak Bob Bradley menjadi pelatih, sehingga semangat mereka meningkat kembali.

27 menit bermain, tuan rumah sudah unggul melalui gol Walcott. Skema serangan cepat ala Arsenal dari Iwobi berhasil diteruskan kepada Walcott di sisi kanan. Kemudian Walcott mengoper bola kepada Sanchez dan bola dilambungkan kembali ke sisi kanan kotak penalti yang kemudian disundul Bellerin. Bola sundulannya berhasil diblok bek Jordi Amat, namun bola liar kemelut di depan gawang dicuri Walcott dan langsung dilesakkan ke dalam gawang kiper Lukasz Fabianski. Arsenal unggul 1-0.

5 menit berselang, Walcott mencetak brace. Lagi-lagi gol Walcott merupakan hasil dari blunder pemain-pemain bertahan The Swans. Tendangan sudut Cazorla dari sisi kiri gagal dihalau dengan baik oleh Jack Cork di tengah kotak penalti. Walcott yang berdiri bebas langsung mengambil bola sambil memutar badan untuk menceploskan bola ke gawang mantan kiper Arsenal tersebut. 2-0 untuk The Gunners.

Permainan yang terbuka membuat kedua tim seringkali melakukan kesalahan. Termasuk juga tim tuan rumah. Pada menit ke-38, giliran Swansea yang mencetak gol dari kesalahan pemain Arsenal. Bermaksud mengembalikan bola dari Cazorla, Xhaka justru tidak dapat mengontrol bola sehingga bola dicuri oleh Gylfi Sigurdsson. Sigurdsson lalu melepaskan tendangan kidal melengkung yang tak dapat dihalau bek Arsenal maupun kiper Cech. Swansea memperkecil selisih gol menjadi 2-1. Skor tersebut bertahan hingga paruh pertandingan.

Babak kedua berlangsung lebih menarik. 12 menit setelah kick-off ulang, Arsenal mencetak gol ketiganya melalui kaki Ozil. Cazorla melepaskan umpan menyilang ke sisi kanan yang diterima Walcott, kemudian bola dikembalikan pendek kepada Sanchez. Sanchez lalu melepaskan umpan terobosan kepada Ozil yang berlari di sisi kiri kotak penalti. Tak disangka-sangka, Ozil melepaskan tembakan first-time dengan kaki kirinya yang menghujam gawang Fabianski dengan keras. Gol tersebut tak ubahnya gol-gol first-time yang sering dicetak Robin van Persie selama memperkuat Arsenal. Gol Ozil membuat Arsenal semakin menjauh di papan skor menjadi 3-1. Gol tersebut juga merupakan kado bagi dirinya sendiri yang tengah berulang tahun ke-28.

Swansea tidak tinggal diam. Pada menit ke-66, Swansea berhasil membalas. Modou Barrow menusuk sisi kanan pertahanan Arsenal yang dikawal Monreal hingga masuk kotak penalti, kemudian melepaskan umpan datar yang langsung disambut sontekan cerdik Borja ke tengah gawang Cech. Skor kembali tipis 3-2.

4 menit berselang, tim tuan rumah mendapat petaka. Modou Barrow yang melakukan solo run di sisi kanan justru ditekel oleh Xhaka. Wasit Jon Moss langsung memberikan kartu merah kepada Xhaka. Sontak publik Emirates Stadium serta Wenger dan para pemain Arsenal protes atas hukuman tersebut. Pasalnya, dari rekaman video, terlihat bahwa ganjalan Xhaka hanya sedikit mengenai kaki Barrow. Dan seharusnya hukuman terberatnya hanya kartu kuning. Namun apa daya, keputusan wasit tak bisa diganggu gugat. Meskipun begitu, hingga akhir pertandingan, skor tetap 3-2 untuk kemenangan Arsenal.

Wenger mengungkapkan beberapa hal kepada media ketika jumpa pers usai pertandingan. "Ya, yang terlihat akan menjadi siang yang indah justru berakhir dengan cara yang kurang baik" komentarnya terhadap hasil akhir pertandingan. "Namun kami baru saja melaluinya. Saya pikir kami bermain sepakbola yang fantastis namun ketika 2-0 mungkin kami sedikit kehilangan fokus. Setelah itu, ketika 3-1, itu terjadi lagi. Ketika kami bermain dengan 10 pemain ketika skor 3-2, kami bisa saja mencetak gol keempat namun kami pun dapat juga kebobolan. Di akhir kami baru saja melaluinya. Kami bermain bersama-sama dengan semangat hingga akhir. Itu sulit di akhir."

Menanggapi kartu merah Xhaka, Wenger berkomentar, "Itu terlihat kasar bagi saya. Namun itu merupakan pelanggaran yang disengaja. Itu terlihat kartu kuning, dan wasit memberikan kartu merah. Saya pikir kecerdasan berarti Anda tidak melakukan kesalahn yang sama dua kali, dan saya berharap ia (Xhaka) belajar dari hal itu."

Mengenai gol fantastis Ozil, Wenger berkata, "Saya tidak ingin membandingkan (dengan gol van Basten), namun itu merupakan gol yang hebat. Ketika Anda melihat Ozil mencetak gol hari ini, Anda sedikit berpikir bahwa ia tidak memiliki cukup peluang untuk melepaskan tembakan. Ketika Anda melihatnya pada latihan, ia mencetak gol ketika ia ingin. Anda bicara dengan para kiper dan ia merupakan salah satu pemain yang penempatan bolanya sulit diprediksi. Pada pertandingan, saya senang ia mencetak gol dan saya berharap itu memberi rasa kepadanya untuk mencobanya lagi."

Selanjutnya, Arsenal akan bertamu ke markas Middlesbrough pada Sabtu (22/10) 15.00 GMT. Namun sebelum itu, tim gudang meriam harus meladeni juara Liga Bulgaria, Ludogorets Razgrad, pada lanjutan fase grup A Liga Champions di Emirates Stadium pada Rabu (19/10) 19.45 GMT.

Pic.: Arsenal

No comments:

Post a Comment